Langsung ke konten utama

Free Download 30 Background Islami

Sahabat sahabat semua khususnya yang suka Desain, Desain grafis sangat erat dengan persepsi, pencitraan, dan juga komunikasi. Desain grafis memudahkan dalam bertukar informasi, membuat sebuah informasi menjadi lebih menarik dan lebih nyaman secara visual. Desain grafis juga penting bagi sebuah bisnis untuk mengkomunikasikan fitur, manfaat, dan keunggulan produk atau layanan secara visual kepada prospek dan target pelanggan. Alasan utama orang lebih suka grafis dari pada teks karena kecepatan penyerapan informasinya. Menurut riset, visual grafis diserap 60.000 kali lebih cepat dari pada teks. Grafis yang bagus dapat langsung mengkomunikasikan pesan, perasaan, emosi, dan nilai yang disampaikan. Berikut beberapa point kenapa desain grafis penting untuk sebuah bisnis 1. Kesan Pertama itu penting Desain grafis diperlukan untuk membuat kesan positif dan bertahan lama pada merek  brand  anda. Karena interaksi pertama anda dengan pelanggan dapat menentukan nada dari hubungan bisnis anda. 2. Ko

MASIO DIGAGAH-GAGAHKE, DISANGAR-SANGARKE PANGGAH ORA ONO GAJINE


 
Masio digagah-gagahke, disangar-sangarke panggah ora ono gajine, namun keberkahan yang kami harapkan, Ridlo Kyai yang kami cari dan Khusnul Khotimah yang kami nanti sebagai imbalan.

Banser itu tidak dibayar sepeser pun. Jangankan dibayar, sepatu saja beli kadang mencicil. Baju lengkap Banser pun seringkali menunggu jatah.
           
Apakah kegiatan Banser, misalnya pengamanan dan pengawalan, dibayar? Kalaupun ada konsumsi, malah seringnya dapat paling akhir. Tamu didahulukan. Jika yang punya hajat orang berpunya, baru mereka dapat amplopan, tapi itu tak sering.

Bahkan ada cerita, anggota Banser membawa amplop sendiri supaya istrinya tenang, karena biar dianggap bawa uang setelah bertugas. Padahal sih, tidak. Mirip-mirip kisah khalifah Umar bin Khattab bertemu ibu yang memasak batu di air mendidih untuk mengelabui anaknya yang kelaparan.

Lalu, darimana Banser mendapatkan biaya untuk penghidupan sehari-hari? Ada yang tukang panggul, buruh tani, buruh pabrik, guru, ustadz madrasah diniyah, dan lain-lainnya. Tapi ada juga yang dosen, pedagang, bahkan doktor di kalangan Banser – biasanya golongan ini yang menjadi penyumbang rokok dan jajanan.

Bayangkan saja, siang bekerja mencari nafkah, lalu malam melakukan tugasnya sebagai Banser. Bahkan kadang harus izin meninggalkan pekerjaan untuk menghadiri acara di luar kota atau diklat berhari-hari. Mereka rela berpayah-payah, padahal bisa jadi di rumahnya hanya ada beberapa liter beras.

Sampai-sampai ada guyonan dari almaghfurlah KH Hasyim Muzadi bahwa anggota Banser hanya mampu membeli rokok eceran. "Gagah begitu, rokoknya eceran."

Banyak hal lain yang menjadikan NU begitu sayang kepada Banser. Hal-hal di atas sedikit dari bejibun cerita, tak akan cukup 1.000 kata untuk menceritakannya.

Maka, saya mengaminkan doa dari Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, "Semoga amalmu diterima Gusti Allah dan rezekimu lancar, sehingga dapat memondokkan atau menyekolahkan anakmu sampai jadi profesor. Dan, yang jelas semoga rokokmu tidak dibeli dengan harga eceran."

Komentar

Popular Posts

Sejarah PonPes Al Hidayat Krasak Temuroso Guntur

Di saat pesantren salaf berbondong bondong memasukkan kurikulum umum ke dalam pendidikan di pesantrennya, Pondok Pesantren Hidayat yang terletak di Dukuh KrasakTemuroso Kecamatan Guntur Kabupaten Demak sama sekali  tidak goyah untuk tetap eksis dan fokus dalam mendidik santri santrinya dengan menggunakan metode pendidikan salaf.  Keberadaan PP. Al Hidayat sampai saat ini dengan kesalafannya tidak lepas dan merupakan buah perjuangan tidak kenal Ielah dan pengasuhnya KH. Mishbachul Munir Al Mubarak.  Sejarah dan Profil PP. Al Hidayat  Sejarah bukanlah suatu cerita lama yang usang  dan ditinggalkan karena tergerus oleh zaman. Akan tetapi, sejarah adalah prasasti yang sangat penting dalam suatu perjuangan dan menjadi cermin bagi generasi penerus yang bukan hanya untuk dikenang melainkan juga untuk diteruskan perjuangan-nya serta diteladani semangat juangnya. Begitu pula Pondok Pesantren Al Hidayat. Gus Dlowi (panggilan akrab KH. Achmad Baidlowi;

Materi PKD & Diklatsar Amaliyah dan Tradisi Keagamaan NU

AMALIYAH DAN  TRADISI KEAGAMAAN NU Oleh KH. Tamim Romly ( Ketua MWC NU Kec. Guntur ) Nahdlatul ulama sebagai organisasi sosial keagamaan yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap gerakan kebangsaan dan kemanusiaan hal ini karena NU menampilkan Islam ahlussunnah wal jamaah Aswaja ke dalam tiga pilar ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah. Konsep jam'iyah Nahdlatul ulama adalah mengembangkan ukhuwah Islamiyah sampai pada dimensi ukhuwah wathoniyah dengan landasan iman ini ukhuwah wathoniyah solidaritas kebangsaan terbukti menjadi faham kebangsaan yang sangat kuat yang selama ini kita kenal. Nasionalisme religius yaitu nasionalisme yang disinari agama yang kuat, NU dalam tatanan kehidupan sehari-hari selalu mengedepankan konsep dimensi Ihsan yang diwujudkan dalam Aswaja yaitu bentuk dan pola keagamaan yang tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleran) dan I’tidal (jalan tengah) sehingga umat Isl

Sinergi Menjaga Kamtibmas Hari Raya Idul Fitri 1442 H

  Sinergi Menjaga Kamtibmas Hari Raya Idul Fitri 1442 H Jajaran personil Banser, Polsek dan Koramil mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H di halaman Polsek Guntur, Rabu (12/5/2021). Apel yang dibuka pada jam 16.30 WIB di ipimpin langsung Kapolsek Gumtur AKP. Anang Hariyanto dilanjutkan Pembukaan Posko Lebaran. Buka bersama dengan suasana Silaturrahim menjadi penutup dalam apel sore ini. Kapolsek menghimbau untuk selalu sinergi menjaga kamtibnas di wilayah Guntur khususnya pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Dalam kegiatan ini 20 personil banser   dipimpin Komandan Rayon Banser Sahabat M. Irham, dan dibagi menjadi 2 pleton. Pleton 1 mengikuti Patroli keliling dan Pleton 2 siaga di perbatasan Guntur Tegowanu. Dalam bincang-bincang santai dengan Aipda Paul Maridas selaku Babin Kamtibmas Guntur mengatakan penting sekali mengantisipasi adanya tindak kriminal kenakalan remaja berupa tawuran walau Tradisi Takbir keliling sudah dilarang karena adanya Covid 19